Total Pembaca Blog

Senin, 09 April 2012

UANG

Uang memiliki peranan penting dalam menentukan kegiatan ekonomi masyarakat suatu negara. Sudah sejak lama para ahli ekonomi sepakat bahwa uang bisa berakibat baik bagi perekonomian, tetapi uang kadang-kadang juga bisa berakibat buruk bagi perekonomian, dan para ahli ekonomi juga sepakat bahwa uang yang tersedia dalam perekonomian sangat besar pengaruhnya dalam menentukan kesetabilan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara .
Uang adalah benda yang disetujui oleh masyarakat umum sebagai alat pelantara tukar menukar dalam perdagangan.

Fungsi uang dalam perekonomian yaitu ;
1. sebagai alat pertukaran
2. sebagai pengukur nilai
3. sebagai perhitungan dan akuntansi
4. sebagai penyimpan nilai
5. sebagai instrumen term of payment

Motif orang menyimpan uang adalah;
1. motif transaksi
2. motif berjaga-jaga
3. motif spekulasi

Penggunaan uang memungkinkan roda perekonomian berjalan lancar. Hal ini terjadi karena perekonomian menghasilkan produk lebih banyak dan mengurangi waktu yang digunakan oleh para penjual dan pembeli dalam mengatur perekonomian dan transaksi.

Para ekonomi klasik pada masa lalu berpendapat bahwa uang terbuat dari logam, emas, perak dan uang juga dapat pula berupa lembaran – lembaran kertas yang merupakan ;
1. Pernyataan atau perjanjian kesediaan membayar sejumlah emas atau perak atas permintaan pada waktu yang ditentukan.
2. Surat sertifikat yang menyatakan uang logam disimpan di bank dan dapat diambil dengan menunjukan sertifikat.
3. Surat sertifikat gudang berarti pemegang surat memiliki barang yang ada di gudang bernilai jumlah uang tertentu.
Teori Irving Fisher dilatar belakangi oleh pandangan para ekonom sebelumnya bahwa semakin banyak jumlah uang yang beredar, harga semakin tinggi harga akan semakin rendah jika jumlah uang semakin sedikit, ketidakmampuan orang-orang mangatasi inflasi disebabkan oleh belum dapat menerjemahkan uang itu sendiri.

Irving Fisher menerjemahkan uang sebagai segala sesuatu yang digunakan sebagai alat transaksi seperti uang logam ( emas dan perak ) dan semua jenis kertas yang dapat digunakan dalam transaksi . Transaksi yang dimaksud adalah pertukaran barang / jasa dan arus uang, jadi jika arus uang dan barang sesuai harga akan stabil dengan asumsi jumlah uang yang beredar tetap.

Kesimpulan dari Irving Fisher dan Alfred Marshall bahwa semakin sedikit kebiasaan masyarakat memegang uang, akan semakin cepat laju perederan uang dan sebaliknya kesimpulan tersebut sesuai dengan kenayataan saat ini bahwa peredaran uang sngat cepat karena masyarakat saat ini sangat jarang untuk uang yang lama. Hal ini disebabkan oleh masyarakat yang sangat cepat membelanjakan uangnya dengan barang atau jasa. Dengan demikian percepatan tersebut akan semakin meningkatkan produksi barang atau jasa dalam perekonomian yang sesuai dengan jumlah uang yang beredar, kecepatan peredaran uang juga didukung oleh masyarakat yang banyak menyimpan uang di Bank dan mengganti uang untuk transaksi dengan cara mengambil uang secukupnya di ATM atau cukup menunjukan kartu ATM, Kartu Kredit, dan alat transaksi produk perbankan lainnya.

Pada umumnya, di negara berkembang yang mengalami defisit neraca pembayaran, pemerintah akan mengambil kebijakan menambah uang beredar dengan mencetak uang untuk membiayai operasional pemerintahan dan proyek – proyek pemerintah. Pengambilan kebijakan seperti itu dimungkinkan karena uang yang beredar saat ini tidak terlalu di back up dengan cadangan emas tetapi seharusnya di back up dengan sejumlah devisa yang diterima oleh negara tersebut akibat surplus neraca pembayaran).

INFLASI

Belakangan ini, kata Inflasi amat sering kita dengar di televisi, berita di radio atau surat kabar yang kita baca.  Keadaan ini dimulai saat pemerintah mulai mengumumkan rencana kenaikan harga BBM. Satu demi satu harga - harga kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan bahkan di beberapa daerah mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Lalu apa sih sebenarnya inflasi itu...?..Apa hubungannya dengan kenaikan harga BBM yah...?  Kalo pengen tau, lanjut baca uraian berikut ini yaaa...:)))

A. Gambaran umum tentang INFLASI
Seperti telah diketahui, secara teoritis, pengertian inflasi merujuk pada perubahan tingkat harga (barang dan jasa) umum yang terjadi secara terus menerus. Data mengenai perkembangan harga dapat didasarkan pada cakupan barang dan jasa secara komponen pembentuk PDB (deflator PDB), cakupan barang dan jasa yang diperdagangkan antara produsen dengan pedagang besar atau antar pedagang besar (Indeks Harga Perdagangan Besar/IHPB), ataupun cakupan barang dan jasa yang dijual secara eceran dan dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat (Indeks Harga Konsumen/IHK). Dalam kaitan ini, cara penghitungan inflasi didasarkan pada perubahan indeks pada periode tertentu dengan indeks periode sebelumnya. Sebagai contoh, laju inflasi bulanan dihitung dari perubahan indeks bulan ini dari indeks bulan sebelumnya, sementara inflasi tahunan dihitung dari indeks pada bulan yang sama dari tahun sebelumnya.
Dengan diberlakukannya UU No.23 Tahun 1999 tersebut, sejak tahun 2000 Bank Indonesia pada mulanya menetapkan sasaran inflasi pada awal tahun yang akan dicapinya untuk yahun yang bersangkutan. Sasaran ditetapkan untuk inflasi yang diukur dengan indeks harga konsumen (IHK) dengan mengeluarkan dampak dari kenaikan harga-harga yang disebabkan oleh kebijakan pemerintah di bidang harga dan pendapatan (administered prices and income policy). Sebagai contoh, sasaran inflasi ditetapkan sebesar 3-5%.
Seperti dikemukakan diatas, penentuan sasaran inflasi dilakukan dengan memperhatikan prospek ekonomi makro dan karenanya didasarkan pada perkembangan dari proyeksi arah pergerakan ekonomi kedepan. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa terdapat ketidaksesuaian (trade-off) antara pencapaian inflasi yang rendah dengan keinginan untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. Dalam kaitan ini, Bank Indonesia tidak ingin menargetkan inflasi yang terlalu rendah karena dapat menghambat pemulihan ekonomi nasional. Untuk ini dengan menggunakan model-model makroekonomi yang dikembangkan, Bank Indonesia menganalisis dan memproyeksi beberapa laju pertumbuhan ekonomi kedepannya, dengan berbagai komponen-komponennya dan komposisinya yang didorong oleh sisi permintaan dan dari sisi penawaran. Dengan cara ini, dapat diukur kecenderungan terjadinya kesengajaan antara besarnya permintaan dengan penawaran agregat (yang diukur dengan output potensial), atau yang sering disebut output gap ‘kesenjangan output’. Besarnya output gap inilah yang diperkirakan akan menentukan besarnya tekanan terhadap inflasi kedepannya.
Perubahan kewenangan penetapan sasarn inflasi tersebut diperkirakan tidak akan mengubah secara mendasar jenis dan besarnya sasaran inflasi. Hal ini mengingat selama ini telah terjadi koordinasi yang baik antara pemerintah dan Bank Indonesia, khususnya dalam penetapan asumsi-asumsi variable ekonomimakro dalam proses penyusunan APBN yang didalamnya termasuk besarnya laju inflasi ke depan. Barangkali yang diperlukan adalah pembakuan mekanisme koordinasi yang selama ini telah terjalin antara pemerintah dan Bank Indonesia. Termasuk didalamnya adalah mekanisme pengumuman sasaran inflasi oleh pemerintah bersama-sama dengan Bank Indonesia. Dengan cara demikian, tidak saja koordinasi dan komitmen antara pemerintah dan Bank Indonesia akan semakin tinggi, tetapi juga digunakan publik dalam pencapaian sasaran inflasi yang ditetapkan juga akan semakin besar.

B. Pengertian Inflasi
Inflasi adalah proses kenaikan harga-harga umum batang-barang secara terus-menerus. Ini tidak bearti bahwa harga-harga berbagai macam barang itu nik dengan persentase yang sama. Mungkin dapat terjadi kenaikan tersebut tidaklah bersamaan. Yang penting terdapat kenaikan harga umum batang secara terus-menerus selama satu periode tertentu. Kenaikan yang terjadi hanya sekali saja (meskipun dengan persentase yang cukup besar) bukanlah merupakan inflasi
Kenaikan harga ini diukur dengan menggunakan indeks harga. Beberapa indeks harga yang sering digunakan untuk mengukur inflasi antara lain :
1.Indeks biaya hidup (consumer price index)
Indeks biaya hidup mengukur biaya atau pengeluran untuk membeli sejumlah barang dan jasa yang dibeli oleh rumah tangga untuk keperluan hidup.
2.indeks harga perdagangan besar (wholesale pirce index)
indeks perdangangan besar menitikberatkan pada sejumlah barang pada tingkat pedangangan besar.
3.GNP deflator
GNP deflator adalah jenis indeks yang lain. Berbeda dengan dua indeks di atas, dalam cakupan barangnya. GNP deflator mencakup jumlah barang dan jasa yang mencangkup dalam perhitungan GNP, jadi lebih banyak jumlahnya bila dibanding dengan dua indeks di atas GNP deflator diperoleh dengn membagi GNP nominal (diatas harga Berlaku) dengan GNP rill (atas dasar harga konstans)
GNP deflator = GNP Nominal x 100
                            GNP rill

C.Jenis-Jenis Inflasi
1. Jenis Inflasi Menurut Sifatnya
Laju Inflasi dapat berbeda antara satu negara dengan negara lain atau dalam satu negara dalam waktu yang berbeda. Atas dasar besarnya laju inflasi maka dapat dibagi ke dalam tiga kategori yaitu
a..Merayap (creeping inflation)
Ditandai dengan laju inflasi yang rendah (kurang dari 10% pertahun). Kenaikan harga berjalan secara lambat, dengan persentase yang kecit serta dalam jangka yang relatif lama.
b..inflasi menengah (galloping inflation)
ditantai dengan kenaikanharga yang cukup besar dalam waktu yang relatif pendek serta mempunyai siat akselarasi (harga dalam waktu mingguan atau bulanan) efeknya terhadap perekonomian lebih besar dari pada inflasi yang merayap (creeping inflation)
c..inflasi tinggi (hyper inflation)
merupakan inflasi yang paling parah akibatnya harga-harga naik sampai 5 atau 6 kali. Masyarakat tidak lagi berkeinginan untuk menyimpan uang sebab nilai uang merosot dengan tajam seingga ingin ditukarkan dengan uang sehingga perputaran uang semakin cepat dan harga naik secara akselerasi. Biasanya keadaan ini timbul apa bila pemerintah mengalami defisit anggaran belanja yang dibelanjakan dan ditutupi dengan mencetak uang.
2. Jenis Inflasi Menurut Sebabnya
a. Demand-pull inflation
Inflasi ini bermula dari adanya kenaikan pemintaan total (agregate demand), sedangkan produksi telah berada pada keadaan kesempatan kerja penuh atau hampir mendekati kesempatan kerja penuh. Dalam keadaan hampir kesempatan kerja penuh, kenaikan permintaan total disamping kenaikan harga dapat juga menaikkan hasil produksi (output).
b. Cost-push inflation
Berbeda dengan demand-pull inflation, cost-push inflation biasanya ditandai dengan kenaikan harga serta turunnya produksi. Jadi, inflasi yang dibarengi dengan resesi. Keadaan ini timbul biasanya dimulai dengan adanya penurunan dalam penawaran total (aggregate supply) sebagai akibat kenaikan biaya produksi. Kenaikan biaya produksi ini dapat timbul karena beberapa faktor diantaranya :
- perjuangan serikat buruh yang berhasil untuk menuntu kenaikan upah
- Suatu industri yang sifatnya monopolistis, manajer dapat menggunakan kekuasaannya di pasar untuk menentukan harga (yang lebih tinggi).
- Kenaikan harga bahan baku industri.
3. Berdasarkan Sumber atau Penyebab Kenaikan Harga Inflasi biasanya dibedakan kepada tiga bentuk berikut :
Inflasi Tarikan Permintaan : kenaikan harga-harga yang disebabkan oleh pertambahan pengeluaran yang besar yang tidak dapat dipenuhi oleh kemampuan memproduksi yang tersedia.
Inflasi Desakan Biaya : kenaikan harga-harga yang disebabkan oleh kenaikan dalam biaya produksi sebagai akibat kenaikan harga bahan mentah atau kenaikan upah.
Inflasi Diimpor : kenaikan harga-harga yang disebabkan oleh kenaikan harga barang impor yang digunakan sebagai bahan mentah produksi dalam negeri.

D. Efek Yang Ditimbulkan Inflasi
1. Efek terhadap Pendapatan (Equity Effect)
Efek terhadap pendapatan sifatnya tidak merata, ada yang dirugikan tetapi ada pula yang diuntungkan dengan adanya inflasi. Seseorang yang memperoleh endapatan tetap akan dirugikan oleh adanya inflasi. Misalnya seorang yang memperoleh pendapatan tetap Rp. 500.000,00 per tahun sedang laju inflasi sebesar 10%, akan menderita kerugian penurunan pendapatan riil sebesar laju inflasi tersebut, yakni Rp. 50.000,00.
2. Efek terhadap Efisiensi (Efficiency Effects)
Inflasi dapat pula mengubah pola alokasi faktor-faktor produksi. Perubahan ini dapat terjadi melalui kenaikan permintaan akan berbagai macam barang yang kemudian dapat mendorong terjadinya perubahan dalam produksi beberapa barang tertentu sehingga mengakibatkan alokasi factor produksi menjadi tidak efisien.
3. Efek terhadap Output (Output Effects)
Dalam menganalisa kedua efek diatas (Equity dan Efficiency Effects) digunakan suatu anggapan bahwa output tetap. Hal ini dilakukan supaya dapat diketahui efek inflasi terhadap distribusi pendapatan dan efisiensi dari jumlah output tertentu tersebut.
4. Inflasi dan Perkembangan Ekonomi
Inflasi yang tinggi tingkatnya tidak akan menggalakkan perkembangan ekonomi. Biaya yang terus menerus naik menyebabkan kegiatan produktif sangat tidak menguntungkan. Maka pemilik modal biasanya lebih suka menggunakan uangnya untuk tujuan spekulasi. Antara lain tujuan ini dicapai dengan pembeli harta-harta tetap seperti tanah, rumah dan bangunan. Oleh karena pengusaha lebih suka menjalankan kegiatan investasi yang bersifat seperti ini, investasi produktif akan berkurang dan tingkat kegiatan ekonomi menurun. Sebagai akibatnya lebih banyak pengangguran akan wujud.
5. Inflasi dan Kemakmuran Masyarakat
Disamping menimbulkan efek buruk ke atas kegiatan ekonomi negara, inflasi juga akan menimbulkan efek-efek yang berikut kepada individu kepada masyarakat :
a) Inflasi akan menurunkan pendapatan riil orang-orang yang berpendapatan tetap.
b) Inflasi akan mengurangi nilai kekayaan yang berbentuk uang.
c) Memperburuk pembagian kekayaan.

E. Cara Mencegah Inflasi
Dengan menggunakan Irving Fisher MV = PT, dapat dijelaskan bahwa inflasi timbul karena MV naik lebih cepat daripada T. Oleh karena itu maka untuk mencegah terjadinya inflasi maka salah satu variabel (M atau V) harus dikendalikan. Cara mengatur variabel M,V dan T tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan kebijaksanaan moneter, fiskal atau kebijaksanaan yang menyangkut kenaikan produksi.
1. Kebijaksanaan Moneter
Sasaran kebijaksanaan moneter dicapai melalui pengaturan jumlah uang beredar (M). Salah satu komponen jumlah uang adalah uang giral (demand deposito). Uang giral dapat terjadi melalui dua cara pertama apabila seseorang memasukkan uang kas ke bank dalam bentuk giro kemudian yang kedua apabila seseorang memperoleh pinjaman dari bank tidak diterima kas tetapi dalam bentuk giro. Instrumen lain yang dapat dipakai untuk mencegah inflasi adalah politik pasar terbuka (jual/beli surat berharga). Dengan cara menjual surat berharga bank sentral dapat menekan perkembangan jumlah uang beredar sehingga laju inflasi dapat lebih rendah.
2. Kebijaksanaan Fiskal
Kebijaksanaan fiskal menyangkut pengaturan tentang pengeluaran pemerintah serta perpajakan yang secara langsung dapat mempengaruhi permintaan total dan dengan demikian akan mempengaruhi harga. Inflasi dapat dicegah melalui penurunan permintaan total. Kebijaksanaan fiskal yang berupa pengurangan pengeluaran pemerintah serta kenaikan pajak akan dapat mengurangi permintaan total, sehingga inflasi dapat ditekan.
3. Kebijaksanaan yang Berkaitan dengan Output
Kenaikan output dapat memperkecil laju inflasi. Kenaikan jumlah output ini dapat dicapai misalnya dengan kebijaksanaan penurunan bea masuk sehingga impor barang cenderung meningkat. Bertambahnya jumlah barang didalam negeri cenderung menurunkan harga.
4. Kebijaksanaan Penentuan Harga dan Indexing
Ini dilakukan dengan penentuan ceiling price,serta mendasarkan pada indeks harga tertentu untuk gaji ataupun upah (dengan demikian gaji / upah secara riil tetap). Kalau indeks harga naik maka gaji / upah juga dinaikan.

F. Kebijakan Pemerintah Dalam Menghadapi Inflasi
1. Kebijaksanaan Moneter
Sasaran kebijaksanaan moneter dicapai melalui pengaturan jumlah uang beredar (M). salah satu komponen jumlah uang adalah uang giral (demand deposit). Uang giral dapat terjadi melalui dua cara, pertama apabila seseorang memasukkan uang kas ke bank dalam bentuk giro. Kedua, apabila seseorang memperoleh pinjaman dari bank tidak diterima kas tetapi dalam bentuk giro. Deposito yang timbul dengan cara kedua sifatnya lebih inflatoir dari cara pertama. Sebab cara pertama hanyalah mengalihkan bentuk saja dari uang kas ke uang giral
2. Kebijaksanaan Fiskal
Kebijaksanaan ini menyangkut pengaturan tentang pengeluaran pemerintah serta perpajakan yang secara lagsung dapat mempengaruhi permintaan total dan dengan demikian akan mempengaruhi harga. Inflasi dapat dicegah melalui penurunan permintaan total. Kebijaksanaan ini yang berupa pengurangan pengeluaran pemerintah serta kenaikan pajak akan dapat mengurangi permintaan total. Sehingga inflasi dapat ditekan.
3. Kebijaksanaan yang Berkaitan dengan Output
Kenaikan output dapat memperkecil kenaikan laju inflasi. Kenaikan jumlah output ini dapat dicapai misalnya dengan kebijaksanaan penurunan bea masuk sehingga impor barang cenderung meningkat. Bertambahnya jumlah barang di dalam negeri cenderung menurunkan harga.
4. Kebijaksanaan Penentuan Harga dan Indexing
Ini dilakukan dengan penentuan ceiling price, serta mendasarkan pada indeks harga tertentu untuk gaji ataupun upah (dengan demikian gaji/upah secara riil tetap). Kalau indeks harga naik, maka gaji/upah juga dinaikkan.

G. Kesimpulan
=> Dalam perekonomian tertutup, dan dalam jangka pendek, inflasi merupakan masalah ekonomi yang perlu  dihadapi dan diatasi. Dalam system pasar bebas, masalah ini tidak dapat dengan sendirinya diatasi. Kebijakan pemerintah perlu dijalankan apabila masalah tersebut timbul. Sesuai dengan keperluan ini dalam analisis makro ekonomi perlu diperhatikan dengan lebih baik mengenai masalah tersebut dan bentuk-bentuk kebijakan pemerintah yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah inflasi.
=> Secara kontinu kebijakan pemerintah diperlukan untuk menjaga kestabilan harga-harga dan mengurangi tingkat pengangguran pada tingkat yang sangat rendah. Kebijakan pemerintah tersebut dapat dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter. Alat yang digunakan dalam kebijakan fiskal adalah mengubah pengeluaran pemerintah, mengubah pajak dan gabungan dari keduanya. Kebijakan moneter dijalankan dengan mempengaruhi kebijakan penawaran uang dan suku bunga.
=> Kedua bentuk kebijakan pemerintah tersebut sebaiknya dilakukan secara serentak untuk meningkatkan kefektifannya.

Sabtu, 07 April 2012

KONSEP DASAR AKUNTANSI


Menurut AICPA (Accounting Institute of Certified Public Accountant), Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan dan peringkasan dengan cara tertentu dan dalam nilai uang terhadap kejadian atau transaksi yang paling sedikitnya bersifar financial (keuangan) dan penafsiran terhadap hasil-hasilnya. Menurut AAA (American Accounting Asociation), Akuntansi adalah proses pengidentifikasian, pengukuran dan pelaporan informasi ekonomi yang memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan yang jelas dan tegas oleh mereka yang menggunakan informasi tersebut. Etika akuntansi Indonesia dibuat oleh IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) yang sekarang bernama SAK (Standar Akuntansi Keuangan)

KONSEP DASAR AKUNTANSI
  • ACCRUAL BASIC : Pendapatan dan beban dicatat pada saat terjadi/berlangsunya transaksi. Konsep inilah yang digunakan di Indonesia

  • CASH BASIC  :  Pendapatan dicatat saat uang diterima dan beban dicatat saat uang keluar.

  • KONSEP KESATUAN USAHA :  Dalam akuntansi, konsep ini menjelaskan bahwa pencatatat suatu unit ekonomi/usaha tertentu tidak boleh dicampur dengan unit usaha lainnya.

  • KONSEP KELANGSUNGAN USAHA  :  Usaha suatu perusahaan akan melakukan kegiatan usaha secara terus menerus sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

  • MATCHING CONCEPT (Konsep Pengkaitan)  :  Adanya hubungan antara pendapatan dengan beban. Jika ingin mendapat pendapatan maka harus mengeluarkan beban

  • PRINSIP HARGA PEROLEHAN :  Harga Perolehan adalah harga beli ditambah dengan semua biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh harta tersebut, sampai harta tersebut siap digunakan. Misalnya saat kita ingin memasang komputer dengan fasilitas internet di rumah, maka selain harus membeli komputer kita juga harus membayar sekian ribu setiapa bulan untuk layanan internet beserta modem dan yang lainnya termasuk biaya angkut. Maka harga perolehan yang dimaksud adalah harga total yang kita keluarkan sampai komputer tersebut bisa kita gunakan.

    

RENCANA PEMBELAJARAN

RPP Ekonomi Kelas XI - SK 1
 
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah/Madrasah      : Madrasah Aliyah Tawakkal Denpasar
Mata Pelajaran            : Ekonomi
Kelas / Semester        : XI (sebelas) / 1

Standar Kompetensi 1. Memahami kondisi ketenagakerjaan dan dampaknya terhadap 
                                         pembangunan ekonomi.

Kompetensi Dasar    : 1.1 Mengklasifikasi ketenagakerjaan

Indikator Pencapaian Kompetensi:
1. Menjelaskan pengertian jumlah penduduk, tenaga kerja, angkatan kerja, dan kesempatan kerja.
2. Menjelaskan penyebab pengangguran.
3. Menjelaskan cara mengatasi masalah pengangguran di Indonesia.
4. Menjelaskan cara meningkatkan kualitas tenaga kerja.
5.Menjelaskan sistem pengupahan dan penggajian yang berlaku di Indonesia.
                                   
Alokasi Waktu           : 8 x 45 menit

A. Tujuan Pembelajaran
a)    Siswa dapat menjelaskan pengertian jumlah penduduk, tenaga kerja, angkatan kerja, dan kesempatan kerja.
b)    Siswa dapat menjelaskan penyebab pengangguran.
c)    Siswa dapat menjelaskan cara mengatasi masalah pengangguran di Indonesia.
d)    Siswa dapat menjelaskan carameningkatkan kualitas tenaga kerja.
e)    Siswa dapat menjelaskan sistem pengupahan dan penggajian yang berlaku di Indonesia.

           Karakter siswa yang diharapkan      :    Kerja keras, Jujur, saling menghargai. 
           Kewirausahaan / Ekonomi Kreatif   :    Kerja keras, jujur, saling menghargai orang lain, inovatif,
           
B. Materi Pokok
            Ketenagakerjaan

C. Uraian Materi
a)    Hubungan jumlah penduduk, tenaga kerja, angkatan kerja, dan kesempatan kerja
b)    Pengangguran
c)    Cara-cara mengatasi pengangguran
d)    Usaha peningkatan mutu tenaga kerja
e)    Sistem upah yang berlaku di Indonesia

D. Pendekatan
            Kontekstual

E. Metode Pembelajaran
            Ceramah, Diskusi kelompok

Strategi Pembelajaran
Tatap Muka
Terstruktur
Mandiri
·        Memahami kondisi ketenagakerjaan dan dampaknya terhadap pembangunan ekonomi.
·Mendiskusikan hubungan jumlah penduduk, tenaga kerja, angkatan kerja, dan kesempatan kerja.
·Siswa dapat Menjelaskan pengertian jumlah penduduk, tenaga kerja, angkatan kerja, dan kesempatan kerja.

F. Skenario Pembelajaran
1. Kegiatan Awal
a. Apersepsi
Guru menggali dan mengembangkan pengetahuan siswa tentang ketenagakerjaan. Kemudian guru mempersilahkan siswa memasuki ruang audio visual untuk melihat tayangan yang berhubungan dengan kondisi ketenagakerjaan di Indonesia.Selama kegiatan tersebut, guru menghimbau siswa untuk mencatat hal-hal yang penting.
b. Motivasi
Masalah ketenagakerjaan adalah masalah yang sangat dekat dengan kehidupan kita.Masalah tersebut merupakan topik yang senantiasa dibicarakan dalam kerangka pembangunan ekonomi nasional. Kelak, para siswa akan menjadi bagian dari tenaga kerja Indonesia.

2. Kegiatan Inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
a. Siswa dapat Mengklasifikasi ketenagakerjaan. (nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling menghargai.);
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
a. Siswa dikelompokkan menjadi lima kelompok, di mana masing-masing kelompok terdiri dari 5-6 orang (disesuaikan dengan jumlah siswa). (nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling menghargai.);
b. Kelompok pertama diberi tugas untuk menjelaskan pengertian jumlah penduduk, tenaga kerja, angkatan kerja, dan kesempatan kerja.(nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling menghargai.);
c. Kelompok kedua diberi tugas untuk menjelaskan penyebab pengangguran.(nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling menghargai.);
d. Kelompok ketiga diberi tugas untuk menjelaskan cara mengatasi masalah pengangguran di Indonesia.(nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling menghargai.);
e. Kelompok keempat diberi tugas untuk menjelaskan cara meningkatkan kualitas tenaga kerja.(nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling menghargai.);
f. Kelompok kelima diberi tugas untuk menjelaskan sistem pengupahan dan penggajian yang berlaku di Indonesia.(nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling menghargai.);
g. Masing-masing kelompok mempersentasikan tugasnya di depan kelas, sedangkan kelompok yang lain menanggapi.(nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling menghargai.);
h. Dengan bimbingan guru, siswa membuat kesimpulan.(nilai yang ditanamkan: Kerja keras, jujur, saling menghargai.);
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
a. Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui(nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling menghargai.);
b. Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui.(nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling menghargai.)

3. Kegiatan Akhir
a. Guru dan siswa melakukan refleksi (nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling menghargai.);
b.  Penilaian (nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling menghargai.);
  • Tes lisan dengan beberapa pertanyaan (kognitif)
  • Lembar pengamatan (afektif)
  • Lembar pengamatan (psiko motorik)
c. Siswa mengerjakan soal-soal evaluasi yang terdapat pada buku teks Ekonomi (nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling menghargai.);.

G. Sumber dan Alat
            Buku pegangan ekonomi kelas XI, OHP, spidol


   Mengetahui                                                                                    Denpasar, ...... ………2011        
   Kepala Sekolah ….                                                                       Guru Mata Pelajaran



  

                                                                  

CONTOH PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN

Materi Akuntansi untuk siswa Kelas XI Program Study IPS baru mulai diberikan pada semester II. Banyak siswa yang mengalami kebingungan dan sulit untuk memahami prinsip-prinsip dasar penyusunan laporan akuntansi, seperti kas bertambah di debit, utang bertambah di kredit, dll, serta kesulitan dalam menentukan suatu transaksi mempengaruhi akun apa saja. Kunci pemecahan kebingungan tersebut adalah banyak berlatih soal penyusunan laporan, yang dimulai dengan membuat ikhtisar transaksi-transaksi keuangan baik perusahaan jasa maupun perusahaan dagang. Mungkin untuk perusahaan jasa tidak terlalu membingungkan karena tidak terlalu banyak akun-akun transaksinya. Namun akan sangat jauh berbeda dengan perusahaan dagang. Untuk itu, berikut ini Ibu sajikan contoh transaksi dan laporan keuangan untuk perusahaan dagang. Mudah-mudahan, setelah dipelajari dengan seksama, bisa menambah pemahaman siswa untuk materi ini.

Contoh soal :

Berikut adalah neraca saldo setelah penyesuaian pada PD AJI JAYA pada 31 Desember 2010:

Nama Akun
Debet
(Rp)
Kredit
(Rp)
Kas                             
7.000.000

Piutang usaha 
10.000.000

Persediaan barang dagang
8.000.000

Iklan dibayar di muka
700.000

Sewa dibayar di muka           
3.000.000

Perlengkapan
600.000

Peralatan Toko
20.000.000

Akumulasi penyusutan peralatan toko

7000.000
Utang usaha

12.500.000
Utang gaji

800.000
Prive
1.000.000

Modal Aji

24.300.000
Penjualan

40.000.000
Pendapatan parkir

200.000
Retur penjualan&PH
200.000

Potongan penjualan
300.000

Pembelian
25.000.000

Beban angkut pembelian
400.000

Retur pembelian&PH

450.000
Potongan pembelian

350.000
Beban gaji toko
1.500.000

Beban gaji kantor
800.000

Beban penyusutan peralatan toko
1.000.000

Beban sewa
600.000

Beban angkut penjualan
500.000

Beban iklan
500.000

Beban perlengkapan
400.000

Beban bunga
100.000

Ikhtisar L/R
12.000.000
8.000.000
Jumlah
93.600.000
93.600.000

Susunlah laporan keuangan perusahaan dagang yang terdiri dari:
  1. Laporan laba/rugi
  2. Laporan perubahan Ekuitas
  3. Laporan Neraca


 


PD AJI JAYA

Laporan laba/Rugi
Periode 31 Desember 2010

Penjualan                                                                                                                   Rp40.000.000,-
            Retur penjualan dan PH                                              Rp 200.000,-
            Potongan penjualan                                                     Rp 300.000,-
                                                                                                                                    (Rp    500.000,-)
Penjualan bersih                                                                                                          Rp 39.500.000,-

Harga pokok penjualan:
Persediaan barang dagang (awal)                                           Rp 12.000.000,-
                        Pembelian                    Rp 25.000.000,-
                        Beban angkut pemb    Rp      400.000,-
                                                                                    Rp25.400.000,-
                        Retur pembelian&PH  Rp 450.000,-
                        Potongan pembelian    Rp 350.000,-
                                                                                    (Rp   800.000,-)
Pembelian bersih                                                                    Rp 24.600.000,-
Barang Tersedia Untuk Dijual (BTUD)                                  Rp 36.600.000,-
Persediaan barang dagang (akhir)                                           (Rp  8.000.000,-)
Harga pokok penjualan                                                                                           (Rp 28.600.000,-)
Laba Kotor                                                                                                                Rp 10.900.000,-

Beban Usaha:
Beban Penjualan
            Beban gaji toko                                    Rp 1.500.000,-
            Beban penystn Peralt toko                  Rp 1.000.000,-
            Beban sewa                                          Rp   600.000,-
Beban angkut penjualan                      Rp    500.000,-
            Beban iklan                                           Rp    500.000,-

            Total beban penjualan                                                             Rp 4.100.000,-

Beban administrasi dan umum
            Beban gaji kantor                                Rp 800.000,-
            Beban perlengkapan                            Rp 400.000,-
           
            Total beban umum&administrasi                                            Rp 1.200.000,-
Total beban penjualan dan umum&administrasi                                                     (Rp 5.300.000,-)
Laba atas usaha                                                                                                        Rp  5.600.000,-

Pendapatan dan beban di luar usaha:
Pendapatan parkir                                                                               Rp    200.000,-
Beban bunga                                                                                       (Rp   100.000,-)
Laba di luar usaha                                                                                                       Rp    100.000,-
Laba bersih sebelum pajak                                                                                     Rp 5.700.000,-



PD AJI JAYA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Periode 31 Desember 2010

Modal Aji 1 Januari 2008                                                                               Rp 24.300.000,-
Penambahan modal:
            Laba                                                                Rp 5.700.000,-
            Prive                                                                Rp 1.000.000,-   -
                                                                                                                        Rp  4.700.000,-  +
Modal Aji 31 Desember 2008                                                                   Rp 29.000.000,-



PD AJI JAYA
NERACA
Periode 31 Desember 2010

AKTIVA
Aktiva Lancar
            Kas                                                                                          Rp   7.000.000,-
            Piutang usaha                                                                        Rp 10.000.000,-
            Persediaan barang dagang                                                 Rp   8.000.000,-
            Iklan dibayar di muka                                                            Rp      700.000,-
            Sewa dibayar di muka                                                          Rp   3.000.000,-
            Perlengkapan                                                                         Rp      600.000,- +
            Total aktiva lancar                                                                                           Rp 29.300.000,-
Aktiva Tetap
            Peralatan Toko                                                                        Rp 20.000.000,-
            Akumulasi penyusutan peralatan toko                                    (Rp  7.000.000,-)
            Total aktiva tetap                                                                                          Rp 13.000.000,- +
Total Aktiva                                                                                                               Rp 42.300.000,-

KEWAJIBAN DAN EKUITAS
Kewajiban jangka pendek

            Utang usaha                                                                            Rp 12.500.000,-
            Utang gaji                                                                               Rp      800.000,- +
            Total kewajiban jangka pendek                                                                      Rp 13.300.000,-


Ekuitas (akhir)                                                                                                             Rp 29.000.000,- +
Total Kewajiban dan ekuitas                                                                                Rp 42.300.000,-

Perhatikan : Total Aktiva dan Total Kewajiban + Ekuitas harus sama (BALANCE)